selamat datang di blog saya

semoga isi blog ini bermanfaat buat anda...

Cari Blog Ini

Memuat...

Senin, 10 Mei 2010

HARGA POKOK PRODUKSI

BAB I

HARGA POKOK PRODUKSI

  1. Landasan Teori
    1. Pengertian Harga Pokok Produksi.

      Harga Pokok Produksi adalah harga pokok yang telah ditentukan sebelum proses produksi dimulai. Harga pokok produksi ini adalah harga pokok menurut perencanaan.

      Sebenarnya harga pokok produksi ini mempunyai dua pengertian yaitu pengertian harga pokok itu sendiri dan pengertian standar. Yang dimaksud standar adalah suatu metode penetapan atau pengukuran kuantitatif tertentu untuk pelaksanaan suatu tugas. Hasil pengukuran ini kemudian diubah menjadi biaya-biaya yang digunakan untuk menentukan harga pokok standar. Besarnya standar kuantitatif tidak berubah kecuali ada perubahan dalam metode operasi produksi. Yang mungkin berubah adalah besar biaya yaitu bila tingkat harga barang dan upah berubah. Salah satu cara untuk menentukan harga pokok produksi yang dapat diambil sebagai dasar adalah biaya standar yang dihitung berdasarkan biaya yang berasal dari anggaran pada suatu kondisi operasi normal yang diharapkan akan terjadi.

      Tujuan ditetapkannya harga pokok produksi adalah untuk :

      1. Pengendalian biaya dan bila memungkinkan menguranginya.
      2. Pengukuran efisiensi dan penyederhanaan prosedur pembiayaan.
      3. Penilaian persediaan dan penentuan harga jual.

      Secara garis besar, modal penentuan ongkos produk dapat dilihat pada Gambar 1.1. Modal ini akan mencari item harga bahan, upah, dan sebagainya. Dalam penentuan harga pokok produk jadi dapat digunakan 2 metode yaitu Metode Full
      Costing dan Metode Variable
      Costing.

    2. Metode Full Costing.

      Harga pokok produk diperhitungkan berdasarkan semua unsur biaya produksi, baik yang berperilaku tetap maupun variabel terhadap produk. Harga pokok produk menurut metode Full Costing terdiri dari : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik tetap, biaya overhead pabrik variabel.

    3. Metode Variable Costing.

      Harga pokok produk memperhitungkan biaya-biaya produksi yang berperilaku variabel saja kedalam harga pokok produk. Harga pokok produk menurut metode Variable
      Costing terdiri dari : Biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik.

    Dalam struktur sistem pendukung keputusan ini untuk mengakomodasikan keadaan nyata dimana pelanggan juga ada yang datang dengan penawaran harga tertentu dan perusahaan juga berusaha melihat harga pesaing.

    Rumus – rumus serta biaya-biaya yang digunakan dalam mencari harga pokok produksi, antara lain :

    1. Biaya bahan baku         = Total Biaya bhn baku x penjualan ½ thn
    2. Persediaan 1 januari     = Data perencanaan Agregat
    3. Pembelian             = Biaya Bahan Baku
    4. Persediaan dalam 31 desember = 0
    5. Total barang dalam proses = Total penjualan ½ tahun
    6. Tersedia dipakai         = Persediaan awal x Biaya simpan
    7. Mesin produksi         = 6,25% x biaya 1 set mesin x jumlah mesin
    8. Total biaya produksi    = Bahan baku dipakai + Biaya tenaga kerja + Total biaya overhead
    9. Harga pokok produksi     = Total biaya produksi
  2. Tujuan Pratikum
    1. Mengetahui seberapa besar biaya yang akan dikeluarkan untuk satu unit produk.
    2. Dapat menjadi pertimbangan biaya bagi penentuan biaya produk.
    3. Memberikan masukan kepada mahasiswa dalam memilih biaya bahan baku dan biaya produksi unit produk.
  3. Prosedur Pratikum.

    1. Tentukan berapa besar jumlah persediaan bahan baku.

    2. Tentukan biaya tenaga kerja berdasarkan perhitungan agregat.

    3. Tentukan biaya overhead pabrik.

    4. Tentukan total biaya produksi.

5. Tentukan berapa besar biaya total barang dalam proses

  1. Kesimpulan

    Harga Pokok Produksi adalah harga pokok yang telah ditentukan sebelum proses produksi dimulai. Dalam hal ini, telah diperoleh beberapa data dari perusahaan yang berkaitan dengan menentukan beberapa biaya dalam menghitung seberapa besar harga pokok produksi perusahaan. Sehingga diperoleh total biaya produksi perusahaan dan jumlah barang dalam proses dan memperoleh harga pokok produksi sebesar Rp 43.528,93 yang dibulatkan menjadi Rp 43.259,-

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar